, ,

Kemeriahan HUT Kota Batu Ke-24 Puncak Dengan Pagelaran Wayang Kulit Wahyu Makutharama

oleh -651 Dilihat

Malam Mistis Wayang Kulit Warnai HUT ke-24 Kota Batu, Lakon Kepemimpinan dan Ratusan Porsi Makanan Gratis Memeriahkan Rakyat

Batu- Sebuah malam yang magis dan sarat makna menyelimuti Balai Kota Among Tani, Batu. Dentuman gamelan yang bergema, lantunan tembang sinden yang menghanyutkan, serta bayangan wayang yang menari-nari lentur di atas kelir, sukses menghangatkan suasana dan memukau ratusan pasang mata yang hadir. Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Wahyu Makutharama” ini menjadi puncak kemeriahan dalam rangkaian resepsi Hari Ulang Tahun HUT ke-24 Kota Batu, mengukir kenangan indah di hati masyarakat.

Kemeriahan HUT Kota Batu Ke-24 Puncak Dengan Pagelaran Wayang Kulit Wahyu Makutharama
Kemeriahan HUT Kota Batu Ke-24 Puncak Dengan Pagelaran Wayang Kulit Wahyu Makutharama

Baca Juga : Inovasi Pemulihan Di Desa Bersinar Batu Pikat Perhatian Pimpinan Tertinggi BNN

Tidak sekadar pertunjukan biasa, malam ini adalah sebuah perhelatan budaya yang penuh simbol dan cita rasa. Dua dalang, Ki Minto Darsono dan Ki Thatit Kusuma Wibhatsu, yang ternyata adalah seorang ayah dan anak, bahu-membahu membawakan cerita dengan energi yang atraktif. Kolaborasi lintas generasi ini pun menjadi simbol nyata dari regenerasi seniman dan pelestarian budaya yang hidup dan terus bernapas.

Lebih dari Sekadar Hiburan, Ini adalah Pesta Rakyat

Pagelaran wayang ini tidak hanya menyajikan tontonan berkualitas tinggi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan. Pemerintah Kota Batu menyediakan ribuan porsi kuliner gratis yang dapat dinikmati masyarakat dengan sistem kupon. Suasana semakin meriah dengan gelaran UMKM yang menjajakan berbagai panganan dan minuman khas, menciptakan denyut ekonomi kreatif di tengah-tengah kemeriahan budaya.

Ketua Pelaksana HUT ke-24 Kota Batu, Agung Sedayu, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar pesta pora seremonial. “Setiap rangkaian kegiatan, termasuk wayang kulit ini, diarahkan untuk memiliki manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat dan pemerintah,” ujar Agung, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Damkarmat Kota Batu. Ia juga menyebutkan adanya tradisi tumpeng selamatan dari masing-masing desa yang diperuntukkan bagi warga, mempertebal nuansa kebersamaan dan syukur.

Wahyu Makutharama: Filsafat Kepemimpinan yang Abadi

Lakon “Wahyu Makutharama” yang dipentaskan malam itu bukanlah cerita biasa. Ia adalah sebuah wejangan filsafat kepemimpinan yang dalam, yang dikenal sebagai Wejangan Hastha Brata. Cerita berpusat pada Arjuna yang, melalui laku bertapa (semedi), berhasil naik ke Gunung Kuthorunggu untuk menemui Kesowosidhi dan akhirnya dianugerahi wejangan Hastha Brata.

Kepala Dinas Pariwisata, Onny Ardianto, yang dikonfirmasi terpisah, memaparkan makna delapan ( hastha ) laku ( brata ) yang harus dimiliki seorang pemimpin:

  1. Samudra: Seperti lautan, luas dan mampu menampung segala perbedaan.

  2. Angin: Seperti angin, merata dalam memberikan pelayanan tanpa pilih kasih.

  3. Matahari: Seperti matahari, menjadi sumber energi dan pemberi semangat.

  4. Rembulan: Seperti bulan, memberikan keteduhan dan penerangan di kala gelap.

  5. Bintang (Lintang): Seperti bintang, menjadi petunjuk arah dan teladan.

  6. Bumi: Seperti bumi, teguh, rendah hati, dan selalu memberikan kemakmuran.

  7. Api (Geni): Seperti api, memiliki wibawa, kekuatan, dan integritas yang disegani.

  8. Mendung: Seperti mendung, bersifat dinamis, lentur, dan mau mendengarkan masukan sebelum mengambil kebijakan.

“Lakon ini punya pesan yang sangat relevan untuk diteladani, baik dalam kepemimpinan formal maupun dalam melayani masyarakat,” kata Onny.

Semangat “Mbatu Sae” dan Penyatuan Niat

Tema HUT ke-24 tahun ini, “Satukan Niat, Bangkitkan Semangat, Mbatu Sae”, dihadirkan secara nyata dalam acara ini. Agung Sedayu menjelaskan, “Satukan Niat” adalah seruan untuk menyamakan visi dan menghilangkan sekat perbedaan. Sementara “Bangkitkan Semangat” adalah dorongan untuk bangkit pasca berbagai dinamika, terutama pemulihan ekonomi dan sosial.

“Dan ‘Mbatu Sae’ adalah spirit inti. Segala upaya kita harus bertujuan untuk menjadikan Kota Batu semakin baik di segala sektor, dari pariwisata, pertanian, UMKM, hingga pelayanan publik,” tegasnya.

Kemeriahan Malam yang istimewa ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, beserta seluruh jajaran pemerintah. Tampak pula Anggota DPR RI Hasanudin Wahid, mantan Wali Kota Dewanti Rumpoko, serta berbagai tokoh masyarakat lainnya, menunjukkan komitmen kolektif dalam merayakan hari jadi kota.

Rangkaian perayaan HUT ke-24 Kota Batu masih akan berlanjut hingga November mendatang. Masyarakat dapat menantikan berbagai acara menarik lainnya, seperti cek kesehatan gratis, street food festival, dan pesta rakyat spektakuler yang akan menghadirkan grup lawak kondang, Guyon Waton. Semuanya digelar dengan semangat yang sama: merayakan kebersamaan, melestarikan budaya, dan memajukan Kota Batu menuju masa depan yang lebih baik.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.